Pelatihan Pariwisata

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) giat memberdayakan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Kali ini yang digelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Bagi Guru di Serang, Banten. Kegiatannya di Le Dian Hotel & Cottage Serang 22 Februari 2019.

Pelatihan ini untuk menyampaikan materi Arah Kebijakan Pengembangan Pariwisata di Provinsi Banten, Peranan Guru Dalam Mendukung Pengembangan Pariwisata di Provinsi Banten, Pemahaman Pariwisata, dan Pemahaman Dasar Pariwisata dan Implementasi Sapta Pesona bagi Guru.

Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Kosasih Samanhudi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, Kepala Bidang Pengembangan SDM Kepariwisataan dan Sertifikasi Kompetensi Gunawan Wimbawa dan Widyaiswara Ahli Madya Kementrian Pariwisata Heri Hermawan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani mengungkapkan, peran guru untuk membagikan ilmu kepada siswa terkait pariwisata sangat besar.

“Banten selain dikenal sebagai Kawasan Industri, juga dikenal sebagai Kawasan Pariwisata. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi untuk bersama-sama memajukan dunia wisata Banten dan Indonesia,” jelas Giri didampingi Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya, Jumat (23/2).

Giri menambahkan, selain memiliki potensi alam yang luar biasa, Banten juga memiliki banyak sekali tempat-tempat wisata edukasi yang menarik. Seperti halnya di Kota Serang yang memiliki taman-taman serta kampung-kampung tematik yang luar biasa.

“Jika semuanya ini didukung dengan SDM yang memadai tentunya promosi untuk peningkatan kunjungan wisata di Serang akan semakin baik,” kata Giri.

Wisnu juga menyebutkan bahwa Serang saat ini potensinya sangat luar biasa untuk dikembangkan. Oleh sebab itulah menurutnya tepat sekali kegiatan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan kali ini digelar di Serang.

“Terlibatnya guru-guru dari Serang dan sekitarnya pada kegiatan ini akan sangat membatu pengembangan wisata di Serang,” ujar Wisnu.

Sesuai dengan apa yang diprogramkan, Wisnu juga menyebutkan selain destinasi wisata alam, saat ini yang sangat perlu untuk dikembangkan adalah ekonomi kreatif.bHarapannya supaya guru dapat menginformasikan pentingnya pariwisata itu kepada murid.

“Misalnya apa saja prinsip dasar dari pariwisata, dan juga apa yang dibutuhkan demi memajukan pariwisata,” kata Wisnu.

Sementara, Kabid Pengembangan SDM Kepariwisataan dan Sertifikasi Kompetensi Gunawan Wimbawa mengatakan, dalam mata pelajaran apapun, unsur pariwisata itu bisa disisipkan. Hal tersebut diyakini dapat berguna untuk memberikan gambaran bagi para murid, khususnya tingkatan sekolah menengah.

“Pemberian pemahaman untuk siswa-siswi tersebut harus dilakukan secara bertahap,” kata Gunawan.

Siswa-siswi tersebut, lanjut Gunawan, merupakan generasi milenial yang sadar akan pentingnya teknologi dalam kehidupan keseharian mereka. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

“Imej pariwisata Indonesia itu semua ada di media sosial. Mereka (siswa-siswi) merupakan generasi milenial yang bisa memaksimalkan pariwisata,” ujar dia.

Program pembekalan dari Kementerian Pariwisata tersebut sudah dilakukan hampir di 34 provinsi di Indonesia. Kota-kota yang didatangi dan menjadi sasaran dari program tersebut hanya kota-kota yang memiliki potensi wisata dan mampu mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kerjasama antara Kemenpar, Dinas Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten untuk mencetak SDM profesional bagi pengembangan potensi pariwisata.

“Representasi Pentahelix (ABGCM), Akademisi, Bisnis, Government, Community, dan Media harus dipakai untuk memajukan pariwisata,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

Mantan Dirut Telkom ini juga mengatakan, sejak bertugas di PT Telkom dia komitmen membangun investasi SDM. Menurutnya, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau Kompetensi selevel ASEAN.

“Sangat penting untuk win the future customers (memuaskan konsumen di masa mendatang). Karena itu sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan. Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” tukas Menpar Arief Yahya.

Sumber Berita : Dinas Pariwisata Provinsi Banten